[102111]
Pagi itu sudah berasa kaLo badan tidak daLam kondisi 100% sehat. Namun rencana mudik mendorongku untuk berangkat Lebih pagi. Sempat terbersit untuk skip job today, karena keringat dingin sudah terasa muLai menghampiri. Dan karena akses mudik akan Lebih susah kaLo ndak ngantor, maka menguatkan diri pasti bisa berangkat ke kantor. BerbekaL backpack aku siap berangkat bersama d’Jouw.
Sedikit Lebih pagi dari jadwaL standar, dengan harapan bisa Lebih santai berkendara karena kondisi badan Lagi drop. BerkaLikaLi menahan sakit dan hampir putus asa memutar baLik menuju rumah. Dan berkaLikaLi puLa hati menguatkan diri untuk tetap menuju Lapangan kerja.
Sepanjang perjaLanan, yang terbayang adaLah: begitu sampai di kantor, mau Langsung merebahkan diri. Dan meski berkendara dengan kecepatan Lebih rendah daripada biasanya -yang memang biasanya rendah-, angin tempaan terasa membeLah dada, menerobos masuk dengan paksa. Keringat dingin berasa memenuhi badan dibaLik jaket abuabu, tangan muLai kaku menyusuL perut yang merontaronta. Kekakuan sudah menjangkit sampai Leher yang beimbas pada mata sayu dan pandangan muLai bergoyang. Segera merapat ke jaLur Lambat dan parkir di depan toko bertajuk merk kendaraan yang beLum dibuka oLeh pemiLiknya. Memarkir d’Jouw aLa kadarnya dan Langsung duduk merajut kekuatan untuk bertahan sadar. Dan itu terjadi hanya di tujuw menit sebeLum sampai tujuan.
Dengan sakit yang tiada kunjung berkurang, tangan berusaha meraih henpon di daLam tas. Sayang sekaLi BunXie yang unLimited sedang daLam kondisi off, need some recharge. Beruntung si Ronin masiy berjaya dengan puLsanya. CaLLing some heLp from the office. Dikiranya ada something dengan d’Jouw, dan dengan suara tertatih mengatakan: “Saya kok yang ndak kuat”. MenjeLaskan posisi kejadian dan meminta bantuan segera dikirimkan.
Saat para penoLong datang, ditawarin mau diantar puLang apa tetap menuju kerja. Masih ragu, kaLo kerja dan sorenya sembuh maka bisa Lanjut mudik, kaLo puLang akses mudik Lebih suLit dan bisabisa harus mengaLah mudik besok pagi. Namun sakit yang menjaLar tidak sopan segera memaksa untuk puLang. Dan akhirnya diputuskan untuk tidak mudik, digantikan dengan pesan singkat permintaan maaf pada sahabat dan harapan untuk bisa berkunjung Lain waktu.
Sampai dirumah Langsung berguLung di tempat tidur. Sekejap terLeLap sekejap terbangun. Ehem… tetap onLine di GTaLk demi pekerjaan yang kutinggaLkan. Kemudian tak tersadarkan diri hingga tengah hari. D’uoh udah jam setengah satuw dan si perut beLum keisi apaapa, gimana mau cepet sembuh?! Mencoba menguatkan diri untuk berdiri dan muLai menanak nasi. LaLu menengok isi Lemari pendingin, mengambiL sebutir teLur LaLu menggorengnya. Kemudian meramu segeLas besar teh hangat dan kentaL disandingkan dengan obat peredam perut.
Fuuuh… tadinya kupikir sakit sikLus buLanan, ndingaren kok bisa sampai keringat dingin keLuar semua… ternyata o ternyata hahaha… si d.R.a menyerang tibatiba. KaLi ini disamarkan oLeh sikLus, hm… jadi teringat serangan jaman dahuLu yang juga dianggap sikLus. Memorinya tunggu episode kenangan sebentar Lagi. He he he…
