[004]
Fuuuh… penuh sesak!!! Kakakku bertanya, apa benar aku mau naik bus itu, tapi kupikir daripada nunggu bus seteLahnya, akan Lebih sore dan kemungkinan juga akan penuh, ato mungkin juga Lebih penuh???
Aku berdiri di dekat pintu beLakang, beruntung karena aku masuk beLakangan, maLah bisa menjejakkan dua kakiku meskipun yang sebeLah hanya separo. aku juga beruntung karena bisa memegang besi pegangan sebagai penguat untukku menjaga tubuh agar tidak terombangambing oLeh gerakan bus.
BeLum Lama, baru beberapa menit beranjak dari tempatku menyetop bus, udara terasa sangat panas, bau bus dan keringat bercampur menembus hidungku, dan daLam waktu yang tidak panjang, mataku berkunangkunang, aku coba pejamkan mata, mungkin saja hanya perasaanku, tetapi tetap sama, dan bertambah dengan suara yang berdengungdengung di teLingaku. Aku pernah merasakannya sebeLumnya, dan kurasa ini adaLah tandatanda kaLo aku hampir pingsan. Aku sangat kebingungan karena saat itu aku hanya sendiri diantara orangorang yang tidak kukenaL. Spontan aku biLang ke kondektur yang berdiri disampingku, gimana kaLo aku pingsan??? Kondektur heran sejenak, mungkin dia heran karena aku sadar kaLo aku mau pingsan. LaLu kondektur menyarankan aku untuk tidur. GiLa!!! Gimana bisa tidur???
Aku daLam keadaan berdiri dan hanya satu kaki yang menyanggaku dengan benar, sedang kaki yang Lain hanya menempeL saja di Lantai besi??? Aku berpikir daripada aku pingsan, LaLu aku mencaricari posisi yg memungkinkan aku untuk tidur meskipun daLam posisi bediri. Untung saja aku berdiri didekat besi pegangan, aku Langsung memposisikan tanganku diatas besi sebagai bantaLan tidur untuk kepaLaku. aku merasa sudah tidak kuat Lagi, aku sudah pasrah kaLo aku pingsan, untung saja aku tidak jadi pingsan. aku baringkan kepaLakuw diatas tanganku berharap untuk bisa tidur, meskipun sangat suLit. aku memang tampak seperti tidur, tapi aku tidak tidur, karena aku masih mendengar suara orangorang disekitarku, aku hanya mengurangi bebanku dan berusaha untuk tetap sadar, dan tidak pingsan.
Hampir sampai di Parakan aku terbangun kaget oLeh teriakan kondektur. Ada duwa orang yang mau turun di pasar, dengan terpaksa aku harus bergeser. Dan itu menyebabkan aku berpindah dari tempat tidurku, dan mendapat tempat yg baru, yang tidak cocok untuk tidur. LagiLagi daLam waktu yg tidak Lama, aku merasa muaL Lagi dan kurasa aku mau pingsan Lagi, aku berguman, aku mau pingsan… aku mau pingsan. LaLu aku berusaha untuk mendapatkan tempat tidurku Lagi. Sampai juga di Temanggung, ada Lagi yang mau turun, aku bergeser Lagi dan mendapat tempat yang buruk Lagi. aku merasa muaL mau muntah, kuangkat dan kuLetakkan Midi diatas sandaran kursi yg diduduki orang, guna menyandarkan kepaLakuw agar tidak pusing, beberapa menit aku puLih, tapi beberapa menit kemudian, aku muaL Lagi, dan memang yang bisa kuLakukan hanya berguman kaLo aku mau pingsan…. Hiks… hiks… menyedihkan….
Untung saja di Bawen orang yg duduk disampingku turun, dan Langsung saja aku duduk di bangku bekasnya. SeteLah itu aku terus duduk sampai terminaL Banyumanik (entah aku tertidur ataupun tidak, aku Lupa), dan saat naik bus ke SPL pun aku layaknya orang LingLung, mungkin saat itu wajahku benarbenar Lucu!! He he he… o’on gitu Lho!!!
ngesuk tk usul maRing pak sby kon gawekke busway smg-wonosobo yak yusH..sabaR2..^_^..
Wah….belom berubah juga keadaan bus jurusan SMG-WSB, masih yang “Maju Mundur” itu ya mbak?