[3194]
Cantik….
Mungkin itu yang diidamkan semua wanita. Terdengar begitu munafik seorang wanita yang tak ingin meraih citra cantik. Mengaku saja, meskipun hanya sekaLi pasti pernah timbuL sebersit rasa ingin diri ini tampiL cantik. Ato jangan mengeLak dengan perbandingan kata manis, anggun, karena itu hanya perLuasan bahasa. Intinya kan tetap aja cantik. Itu hanya bahasa, sekali lagi, hanya bahasa.
Cantik….
Mungkin itu juga yang pertama pria Lihat pada wanita. TerLihat munafik juga pria yang tak menginginkan seorang istri yang cantik. Mengaku saja, mata pria dunia pasti bisa meniLai mana wanita yang cantik dan mana yang kurang. Meskipun pandangan setiap pria itu berbeda. Karena mereka itu adaLah manusia, hanya manusia.
Cantik….
Aku sebagai seorang wanita sangat ingin tampiL daLam keadaan cantik. Bukan untuk menggoda pria, ato juga untuk mencari perhatian. Aku hanya ingin cantik, karena aku pikir itu adaLah kebutuhan setiap wanita. Tapi aku tak punya wajah secantik mawar, ato semanis kenanga, atopun seanggun meLati, tak juga tubuh moLek seindah anggrek. Mungkin aku tak bisa mempercantik ragaku hingga menawan bagai bunga, namun aku masih berharap pada satu asa yang bisa membuatku menjadi cantik.
Aku pernah mendengar angin berkata, bahwa “Cantiknya hati akan memancar daLam wajah”. Aku terus saja menanamkan itu daLam benakku. Dan aku yakin bahwa haL itu benar. Namun masih ada pertanyaan yang seLaLu mengganjaL daLam diriku. Apakah aku sudah mempercantik hati hingga memancar ke wajahku, sehingga terpancar cantik daLam rupaku yang tidakLah cantik??? Dan akupun masih seLaLu bertanya kepada awan, apakah yang aku Lakukan sudah cukup untuk mempercantik hatiku.
Duhai teman, katakan padaku apa yang bisa kupakai untuk merias hatiku hingga aku tampak cantik. Apakah dirimu mempunyai seperangkat aLat dan bahan perias hati??? Bisakah kau katakan padaku??? Bisakah kau berikan padaku???